Peningkatan Literasi Digital untuk Mencegah Penyebaran Berita Hoaks Pemicu Gosip pada Kelompok Ibu-Ibu di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur
Increasing Digital Literacy to PreveIncreasing Digital Literacy to Prevent the Spread of Gossip-Triggering Hoax News in Groups of Mothers in Duren Sawit Village, East Jakartant the Spread of Gossip-Triggering Hoax News in Groups of Mothers in Duren Sawit Village, East Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.58586/5drmz115Keywords:
literasi digital, berita hoaks, gosip, ibu rumah tangga, media sosialAbstract
Penyebaran berita hoaks melalui grup percakapan digital kerap memicu gosip dan kesalahpahaman di kalangan ibu-ibu rumah tangga, khususnya di lingkungan perkotaan yang memiliki intensitas penggunaan media sosial tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital kelompok ibu-ibu di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, dalam mengenali dan mencegah penyebaran berita hoaks yang berpotensi memicu gosip di lingkungan sosial mereka. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi ciri-ciri berita hoaks, pelatihan verifikasi informasi menggunakan alat pengecekan fakta, serta pendampingan praktik penyaringan informasi pada grup percakapan digital. Sasaran kegiatan adalah tiga puluh ibu rumah tangga anggota kelompok pengajian dan arisan setempat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi ciri-ciri berita hoaks, peningkatan kebiasaan verifikasi informasi sebelum menyebarkan pesan, serta penurunan kecenderungan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model penguatan literasi digital berkelanjutan bagi kelompok masyarakat perkotaan yang rentan terpapar hoaks melalui media sosial.
References
Dewan Pers. (2021). Pedoman verifikasi informasi dan pemeriksaan fakta bagi masyarakat. Dewan Pers RI.
Ihsan, M. (2020). Perilaku berbagi informasi hoaks di media sosial Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Media, 8(1), 33–42.
Juditha, C. (2018). Hoax dan intoleransi: Pola penyebaran dan penerimaan pesan hoaks di media sosial. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 22(1), 15–27.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2022). Modul literasi digital untuk masyarakat. Kominfo RI.
Kurnia, N., & Astuti, S. I. (2020). Peta gerakan literasi digital di Indonesia. Jurnal Studi Komunikasi, 4(2), 70–79.
Muhsyanur, Inne Pelangi, E. H. (2021). Literasi Digital: Implikatur Dalam Pemberitaan Wacana Pandemi Covid-19 Pada Portal Berita Lokal Kabupaten Wajo Berbasis Daring. Totobuang, 9, 47–59. https://doi.org/https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i1
Muhsyanur. (2024). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. Anregurutta: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 96–105. https://journal.unisad.ac.id/index.php/anregurutta/article/view/77
Muhsyanur, M. (2019). Literasi Teknologi 4.0: Mengefektifkan Proses Mengajar melalui Pembelajaran Berbasis Web. In Motivasi Mengajar Perspektif Dosen: Pengembangan Profesionalisme dan Penguatan Tri Darma Perguruan Tinggi (pp. 100–105).
Muhsyanur, M. (2025). Digital Literation: Dening Network-Based Hoaks Language in The News A Covid-19 Pandemic Discourse in Indonesia. INSPIRATION: Instructional Practices in Language Education, 4(1), 20–29. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/inspiration/article/view/25790
Muhsyanur, M. (2026). Seni dan Strategi Penelitian Kualitatif: Dari Teori hingga Praktik Lapangan. PT. Sigma Litera Global.
Muhsyanur Muhsyanur, Umrati Umrati, Mansur Mansur, A. N. (2025). Tri Dharma Perguruan Tinggi in Indonesia Concept , Principles , and Implementation in Academic World. VORS: Journal of Community Service, 3(8), 19–26. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/vors/article/view/52/38
Nasrullah, R. (2019). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi (Cetakan ulang). Simbiosa Rekatama Media.
Rahmawati, D. (2021). Gosip dan dinamika sosial dalam komunitas perempuan urban. Jurnal Sosiologi dan Perubahan Sosial, 9(1), 45–54.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suwana, F. (2020). Literasi media dan pemberdayaan perempuan di era digital. Jurnal Perempuan dan Media, 6(2), 90–99.
Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policymaking. Council of Europe.
Zulkarnain, I. (2023). Efektivitas pelatihan cek fakta bagi masyarakat awam. Jurnal Ilmu Komunikasi Terapan, 11(1), 20–29.









