Dokumentasi dan Penguatan Pemahaman Generasi Muda terhadap Tradisi Sistem Penamaan Bayi Masyarakat Adat Mbaham Matta di Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat
Documentation and Strengthening of the Younger Generation's Understanding of the Tradition of the Baba Indigenous People's Baby Naming System in Fakfak District, Fakfak Regency, West Papua
DOI:
https://doi.org/10.58586/skwtq042Keywords:
sistem penamaan bayi, adat Mbaham Matta, kearifan lokal, Fakfak, dokumentasi budayaAbstract
Masyarakat adat Mbaham Matta di Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, memiliki sistem penamaan bayi tradisional yang sarat makna filosofis dan menjadi penanda identitas marga, namun tradisi ini semakin jarang dipraktikkan seiring meningkatnya penggunaan nama modern oleh generasi muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendokumentasikan sistem penamaan bayi tradisional serta menguatkan pemahaman generasi muda terhadap makna filosofis di balik tradisi tersebut. Metode pelaksanaan meliputi penggalian data dari tokoh adat, sosialisasi nilai filosofis sistem penamaan kepada generasi muda, serta penyusunan dokumentasi tertulis sebagai arsip budaya. Sasaran kegiatan adalah tiga puluh siswa dan pemuda adat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan terdokumentasikannya sistem dan makna penamaan bayi dari berbagai marga Mbaham Matta, peningkatan pemahaman generasi muda terhadap nilai filosofis tradisi tersebut, serta tumbuhnya kesadaran pentingnya pelestarian identitas budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pelestarian kearifan lokal Papua yang mendukung penguatan identitas budaya generasi muda di tengah arus modernisasi.
References
Ballard, C. (2018). Antropologi budaya masyarakat adat Papua (Terjemahan). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Giay, B. (2019). Kearifan lokal dan identitas budaya Papua. Deiyai Press.
Heremba, Y. (2021). Perubahan pola penamaan anak pada generasi muda masyarakat adat Fakfak. Jurnal Antropologi Papua, 6(1), 25–34.
Iha, R., & Torey, A. (2020). Makna filosofis sistem penamaan tradisional masyarakat Mbaham Matta. Jurnal Kajian Budaya Papua, 5(2), 70–79.
Koentjaraningrat. (2018). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.
Muhsyanur. (2024). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. Anregurutta: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 96–105. https://journal.unisad.ac.id/index.php/anregurutta/article/view/77
Muhsyanur, M. (2020). Types and trust system based on the ideology of Bugis community culture on local interest values in cenning rara spells. International Journal of Humanity Studies (IJHS), 4(1), 58–68. https://doi.org/https:/doi.org/10.24071/ijhs.v4i1.2652
Muhsyanur, M. (2023). The Bugis People’s Naming System in Bugis Ethnic Tradition. Journal of Language and Literature, 23(1), 67–76. https://doi.org/10.24071/joll.v23i1.5062
Muhsyanur Muhsyanur, Umrati Umrati, Mansur Mansur, A. N. (2025). Tri Dharma Perguruan Tinggi in Indonesia Concept , Principles , and Implementation in Academic World. VORS: Journal of Community Service, 3(8), 19–26. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/vors/article/view/52/38
Rumbrawer, M. (2019). Sistem kekerabatan dan penamaan pada masyarakat adat Papua Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 8(2), 55–64.
Sibarani, R. (2018). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suparlan, P. (2017). Kesukubangsaan dan identitas budaya lokal di Indonesia Timur. Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian.
Wanma, Y. (2022). Dokumentasi pengetahuan lokal sebagai strategi pelestarian budaya Papua. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 15–24.









