Peningkatan Keterampilan Menjahit Produk Turunan Tenun Sasak bagi Kelompok Perempuan Perajin di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

Improving Sewing Skills of Sasak Weaving Derivative Products for Women Artisan Groups in Pringgasela Village, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara

Authors

  • Baiq Diah Ayu Lestari University of Mataram image/svg+xml Author
  • Lalu Muhammad Rijal Universitas Mataram Author
  • Siti Rohmah Universitas Islam Negeri Mataram Author
  • Baiq Nining Kurniati Universitas Mataram Author
  • Muhammad Hairul Anam Universitas Nahdlatul Wathan Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.58586/dnrwne29

Keywords:

tenun Sasak, keterampilan menjahit, produk turunan, perempuan perajin, Desa Pringgasela

Abstract

Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dikenal sebagai sentra tenun songket Sasak, namun sebagian besar perajin perempuan setempat hanya menjual kain tenun dalam bentuk lembaran tanpa diolah menjadi produk turunan yang bernilai jual lebih tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan menjahit produk turunan tenun Sasak bagi kelompok perempuan perajin sebagai upaya peningkatan nilai tambah ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi potensi produk turunan, pelatihan menjahit dasar dan pembuatan pola, serta pendampingan produksi dan pengemasan produk. Sasaran kegiatan adalah dua puluh tiga perempuan perajin tenun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan menjahit peserta dalam membuat produk turunan seperti tas, pakaian, dan aksesori berbahan tenun Sasak, peningkatan kualitas jahitan dan pengemasan produk, serta peningkatan potensi pendapatan perajin melalui diversifikasi produk. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi perempuan perajin serta melestarikan tenun Sasak melalui inovasi produk yang lebih variatif dan bernilai jual tinggi.

References

Handayani, R., & Wijaya, S. (2021). Diversifikasi produk kerajinan tenun tradisional untuk pasar fesyen modern. Jurnal Desain dan Kriya Nusantara, 8(1), 40–49.

Ismail, M. (2020). Pemberdayaan perempuan perajin melalui pelatihan keterampilan produktif. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 66–75.

Kementerian Perindustrian RI. (2022). Roadmap pengembangan industri tenun tradisional Indonesia. Kemenperin RI.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik (Edisi revisi). Alfabeta.

Muhsyanur. (2024). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. Anregurutta: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 96–105. https://journal.unisad.ac.id/index.php/anregurutta/article/view/77

Muhsyanur Muhsyanur, Umrati Umrati, Mansur Mansur, A. N. (2025). Tri Dharma Perguruan Tinggi in Indonesia Concept , Principles , and Implementation in Academic World. VORS: Journal of Community Service, 3(8), 19–26. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/vors/article/view/52/38

Rahayu, S. (2022). Kemandirian ekonomi perempuan pedesaan melalui usaha kerajinan tangan. Jurnal Studi Gender dan Anak, 9(1), 20–29.

Sudarmadji, T. (2018). Tenun Nusantara: Ragam motif dan filosofi. Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suprihatin, E. (2019). Motif dan teknik tenun tradisional Sasak Lombok. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 6(2), 88–97.

Suryani, N., & Kusuma, D. (2023). Strategi pemasaran produk turunan kerajinan tenun berbasis kearifan lokal. Jurnal Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan, 7(1), 55–64.

Wardani, K. (2021). Peran koperasi dalam penguatan usaha mikro kerajinan tenun. Jurnal Koperasi dan UMKM, 6(1), 33–42.

Published

2026-09-20

How to Cite

Peningkatan Keterampilan Menjahit Produk Turunan Tenun Sasak bagi Kelompok Perempuan Perajin di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat: Improving Sewing Skills of Sasak Weaving Derivative Products for Women Artisan Groups in Pringgasela Village, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara. (2026). PARASIA: Pengabdian, Riset, Dan Aksi Sosial Indonesia, 1(5), 15-20. https://doi.org/10.58586/dnrwne29