Pemberdayaan Kelompok Tani Kayu Putih dalam Peningkatan Mutu dan Pemanfaatan Minyak Kayu Putih untuk Kesehatan Masyarakat di Desa Wae Apo, Kabupaten Buru, Maluku
Empowerment of Eucalyptus Farmer Groups in Improving the Quality and Utilization of Eucalyptus Oil for Public Health in Wae Apo Village, Buru Regency, Maluku
DOI:
https://doi.org/10.58586/35ybab35Keywords:
minyak kayu putih, kesehatan masyarakat, pemberdayaan petani, Pulau Buru, produk herbalAbstract
Pulau Buru, Provinsi Maluku, merupakan salah satu penghasil utama minyak kayu putih di Indonesia, namun sebagian besar petani penyuling masih menggunakan metode produksi tradisional dengan mutu dan efisiensi rendah, serta minim pemahaman mengenai standar mutu produk kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok tani kayu putih dalam meningkatkan mutu produksi serta memperluas pemanfaatan minyak kayu putih sebagai produk kesehatan masyarakat di Desa Wae Apo, Kabupaten Buru. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi standar mutu minyak kayu putih, pelatihan teknik penyulingan yang lebih efisien, serta edukasi pemanfaatan minyak kayu putih untuk kesehatan keluarga. Sasaran kegiatan adalah dua puluh sembilan petani penyuling kayu putih. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai standar mutu produk, perbaikan teknik penyulingan yang lebih efisien, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manfaat kesehatan minyak kayu putih sebagai pengobatan tradisional. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi produk kayu putih sekaligus mendukung upaya kesehatan masyarakat berbasis kearifan lokal Maluku.
References
Agusta, A. (2017). Minyak atsiri tumbuhan tropika Indonesia (Cetakan ulang). ITB Press.
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. (2020). Standar mutu minyak kayu putih Indonesia. Kementerian Pertanian RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Formularium obat herbal asli Indonesia. Kemenkes RI.
Latuihamallo, D. (2020). Edukasi standar mutu produk herbal bagi kelompok tani penyuling. Jurnal Kesehatan Masyarakat Maluku, 6(1), 22–31.
Louhenapessy, S. (2018). Potensi dan tantangan industri kayu putih di Pulau Buru. Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 5(2), 60–69.
Muhsyanur. (2024). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. Anregurutta: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 96–105. https://journal.unisad.ac.id/index.php/anregurutta/article/view/77
Ririhena, I., & Louhenapessy, S. (2021). Kualitas minyak kayu putih berbasis kadar sineol dari berbagai daerah penghasil di Maluku. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian, 9(2), 100–109.
Sahetapy, J. P. (2019). Optimalisasi teknik penyulingan minyak kayu putih tradisional. Jurnal Teknologi Hasil Hutan, 7(1), 15–24.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Talapessy, E., & Ririhena, I. (2022). Edukasi kesehatan berbasis kearifan lokal produk herbal Maluku. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 8(1), 35–44.
Tim Penulis PS. (2018). Kayu putih: Budidaya dan prospek bisnis. Penebar Swadaya.
Wattimena, J. (2023). Pengembangan ekonomi masyarakat berbasis komoditas kayu putih Pulau Buru. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 11(1), 50–59.









