Pasar Ikan Danau Tempe sebagai Pusat Ekonomi Pesisir Model Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.58586/c0nvyw77Keywords:
pasar ikan, kearifan lokal, ekonomi pesisir, pengabdian MasyarakatAbstract
Danau Tempe merupakan salah satu ekosistem perairan tawar terbesar di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi ekonomi tinggi melalui kegiatan perikanan. Pasar ikan Danau Tempe telah menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir selama bertahun-tahun dengan mengandalkan sistem kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal dalam pengembangan ekonomi pesisir di kawasan Danau Tempe. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar ikan Danau Tempe memiliki tiga pilar utama yaitu sistem penangkapan ikan tradisional, jaringan distribusi berbasis kepercayaan, dan mekanisme penetapan harga yang adil. Model pengabdian masyarakat yang diterapkan meliputi pemberdayaan nelayan melalui pelatihan teknik penangkapan ramah lingkungan, pengembangan sistem pemasaran digital, dan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat. Implementasi kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya perikanan terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sebesar 35% dalam kurun waktu tiga tahun. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dengan pendekatan modern dalam pengabdian masyarakat dapat menjadi model yang berkelanjutan untuk pengembangan ekonomi pesisir di Indonesia.
References
Abdullah, R. (2021). Kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya perikanan danau: Studi kasus Danau Tempe Sulawesi Selatan. Makassar University Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Hartanto, D., & Putra, A. S. (2021). Community empowerment model based on local wisdom in coastal areas of Indonesia. Journal of Coastal Development, 24(2), 89-104.
Makmur, S., & Azis, N. (2023). Digital transformation in traditional fish markets: Evidence from Indonesian coastal communities. Marine Policy, 148, 105-118.
Muhsyanur, M. (2023). The Bugis People’s Naming System in Bugis Ethnic Tradition. Journal of Language and Literature, 23(1), 67–76. https://doi.org/10.24071/joll.v23i1.5062
Nasution, S. H., Rahman, A., & Sari, D. P. (2019). Biodiversity and ecological dynamics of Lake Tempe ecosystem in South Sulawesi. Indonesian Journal of Limnology, 15(3), 156-171.
Rahman, M. A., & Sari, L. K. (2020). Trust network and social capital in traditional fish trading systems. Asian Journal of Social Science, 48(4), 445-468.
Suryani, I., Wahyuni, S., & Pratama, R. (2022). Integration of local wisdom and modern technology in coastal community development. Sustainability Science, 17(4), 1523-1538.
Widiastuti, N. (2021). Climate change adaptation strategies in Indonesian small-scale fisheries communities. Fisheries Research, 238, 105-117.









