Revitalisasi Kearifan Lokal Sastra Lisan Turi-Turian Mandailing sebagai Media Pendidikan Karakter Generasi Muda di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.58586/zh51ka75Keywords:
sastra lisan, turi-turian, kearifan lokal, Mandailing, pendidikan karakterAbstract
Turi-turian merupakan bentuk sastra lisan tradisional masyarakat Mandailing yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal dan pendidikan karakter, namun keberadaannya semakin terancam punah akibat minimnya minat generasi muda serta terbatasnya media pendokumentasian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merevitalisasi sastra lisan turi-turian Mandailing sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Metode pelaksanaan meliputi penggalian dan pendokumentasian naskah turi-turian dari tokoh adat, pelatihan tutur bagi generasi muda, serta penyusunan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Sasaran kegiatan adalah dua puluh tujuh siswa dan pemuda setempat. Hasil kegiatan menunjukkan terdokumentasikannya sejumlah naskah turi-turian yang sebelumnya hanya tersimpan secara lisan, peningkatan minat generasi muda terhadap tradisi tutur leluhur, serta tersusunnya bahan ajar muatan lokal berbasis nilai-nilai turi-turian. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pelestarian sastra lisan daerah sekaligus memperkuat pendidikan karakter generasi muda berbasis kearifan lokal masyarakat Mandailing.
References
Danandjaja, J. (2018). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain (Cetakan ulang). Pustaka Utama Grafiti.
Endraswara, S. (2020). Metodologi penelitian sastra lisan dan folklor (Edisi revisi). CAPS.
Harahap, B. (2019). Nilai pendidikan karakter dalam sastra lisan turi-turian Mandailing. Jurnal Bahasa dan Sastra Nusantara, 7(2), 65–74.
Hutomo, S. S. (2017). Mutiara yang terlupakan: Pengantar studi sastra lisan (Cetakan ulang). HISKI Jawa Timur.
Muhsyanur. (2024). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. Anregurutta: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 96–105. https://journal.unisad.ac.id/index.php/anregurutta/article/view/77
Muhsyanur, M. (2018). Representasi budaya dalam nyanyian rakyat Bugis: Kajian Etnopuitika. Universitas Negeri Surabaya.
Muhsyanur, M. (2020). Types and trust system based on the ideology of Bugis community culture on local interest values in cenning rara spells. International Journal of Humanity Studies (IJHS), 4(1), 58–68. https://doi.org/https:/doi.org/10.24071/ijhs.v4i1.2652
Muhsyanur Muhsyanur, Umrati Umrati, Mansur Mansur, A. N. (2025). Tri Dharma Perguruan Tinggi in Indonesia Concept , Principles , and Implementation in Academic World. VORS: Journal of Community Service, 3(8), 19–26. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/vors/article/view/52/38
Nasution, R. E., & Siregar, B. (2021). Eksistensi tradisi tutur lisan di tengah generasi digital. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Budaya, 9(1), 30–39.
Pulungan, A. I. S. (2022). Dokumentasi sastra lisan sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Jurnal Kajian Budaya Nusantara, 6(1), 18–27.
Ricklefs, M. C. (2018). Sejarah Indonesia modern (Edisi revisi). Serambi Ilmu Semesta.
Sibarani, R. (2018). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suprapto, M. (2023). Model integrasi sastra lisan dalam kurikulum muatan lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(1), 45–54.
Zulkifli, A. (2021). Revitalisasi sastra lisan Melayu sebagai pendidikan karakter. Jurnal Ilmu Budaya, 8(2), 100–109.









