Pelestarian dan Pengembangan Seni Lukis Tradisional Bali melalui Pelatihan Teknik dan Pemasaran bagi Perupa Muda di Desa Pengosekan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali
DOI:
https://doi.org/10.58586/rxw1b693Keywords:
seni lukis Bali, pelestarian budaya, perupa muda, pemasaran seni, Desa PengosekanAbstract
Desa Pengosekan di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, dikenal sebagai salah satu pusat seni lukis tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Namun, generasi muda perupa di desa tersebut menghadapi tantangan dalam mempertahankan teknik melukis klasik sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan pasar seni kontemporer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melestarikan dan mengembangkan seni lukis tradisional Bali melalui pelatihan teknik melukis klasik dan strategi pemasaran karya bagi perupa muda. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi nilai filosofis seni lukis Bali, pelatihan teknik melukis gaya klasik dan kontemporer, serta pendampingan pemasaran karya melalui galeri dan platform digital. Sasaran kegiatan adalah dua puluh dua perupa muda di Desa Pengosekan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta dalam memadukan unsur tradisional dan kontemporer, penguatan pemahaman terhadap nilai filosofis di balik motif lukisan, serta perluasan akses pemasaran karya melalui media digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat regenerasi perupa muda serta menjaga keberlangsungan seni lukis tradisional Bali sebagai warisan budaya yang bernilai ekonomi dan spiritual.
References
Astawa, I. K., & Wiranata, I. G. (2021). Pemasaran digital karya seni rupa bagi perupa muda Bali. Jurnal Seni Rupa dan Desain, 9(2), 88–97.
Bandem, I. M. (2018). Seni budaya Bali dan tantangan pariwisata global. Institut Seni Indonesia Denpasar Press.
Dibia, I. W. (2019). Estetika Bali dalam seni pertunjukan dan seni rupa. Buku Arti.
Djelantik, A. A. M. (2017). Estetika: Sebuah pengantar (Cetakan ulang). Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Geriya, I. W. (2020). Kearifan lokal dan pelestarian budaya Bali di era global. Jurnal Kajian Bali, 10(1), 15–24.
Muhsyanur. (2024). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. Anregurutta: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 96–105. https://journal.unisad.ac.id/index.php/anregurutta/article/view/77
Muhsyanur, M. (2026). Kearifan Lokal dalam Pendidikan: Integrasi Nilai Budaya dalam Pembelajaran. Buginese Art.
Picard, M. (2019). Pariwisata budaya dan konstruksi identitas Bali (Terjemahan). Kepustakaan Populer Gramedia.
Ramseyer, U. (2018). Seni dan ritual masyarakat Bali (Terjemahan edisi revisi). Ikatan Alumni ISI Denpasar.
Sudarma, I. K. (2022). Pewarisan keterampilan seni lukis tradisional melalui sistem sanggar. Jurnal Pendidikan Seni, 8(1), 40–49.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suarka, I. N. (2020). Seni lukis kontemporer Bali: Antara tradisi dan inovasi. Jurnal Seni dan Budaya, 12(2), 101–110.
Sujana, I. N. (2018). Model pembelajaran berbasis sanggar dalam pendidikan seni tradisional. Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 6(1), 55–64.
Wiryawan, I. B. (2023). Ekonomi kreatif berbasis seni rupa tradisional Bali. Jurnal Ekonomi Kreatif Nusantara, 5(1), 70–79.









