Penguatan Moderasi Beragama pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Winangun, Kota Manado, Sulawesi Utara

Authors

  • Nurhayati Mokodompit IAIN Manado Author
  • Fransisca Kaunang Universitas Sam Ratulangi Author
  • I Wayan Sudiarta Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram Author
  • Abdurrahman Talaha IAIN Manado Author
  • Meiske Sondakh Universitas Negeri Manado Author

DOI:

https://doi.org/10.58586/9age2995

Keywords:

moderasi beragama, masyarakat multikultural, kerukunan umat beragama, dialog lintas iman, Kelurahan Winangun

Abstract

Kelurahan Winangun di Kota Manado, Sulawesi Utara, merupakan wilayah yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang agama, etnis, dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan sosial sekaligus tantangan tersendiri dalam menjaga kerukunan hidup bermasyarakat apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menguatkan pemahaman dan penghayatan nilai-nilai moderasi beragama pada masyarakat multikultural di Kelurahan Winangun. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi nilai-nilai moderasi beragama, dialog lintas iman, serta pendampingan pembentukan forum kerukunan warga. Sasaran kegiatan adalah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga yang berjumlah tiga puluh dua orang dari berbagai latar belakang keyakinan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip toleransi dan moderasi beragama, terbangunnya ruang dialog lintas iman yang lebih terbuka, serta terbentuknya forum kerukunan warga sebagai wadah komunikasi berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kohesi sosial dan menjadi model penguatan moderasi beragama pada masyarakat multikultural di wilayah lain di Indonesia.

References

Azra, A. (2017). Islam moderat dan kebangsaan Indonesia. Kencana.

Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kymlicka, W. (2016). Multikulturalisme: Kewargaan dalam masyarakat majemuk (Terjemahan). Pustaka Pelajar.

Muhsyanur. (2024). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. Anregurutta: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 96–105. https://journal.unisad.ac.id/index.php/anregurutta/article/view/77

Muhsyanur Muhsyanur, Umrati Umrati, Mansur Mansur, A. N. (2025). Tri Dharma Perguruan Tinggi in Indonesia Concept , Principles , and Implementation in Academic World. VORS: Journal of Community Service, 3(8), 19–26. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/vors/article/view/52/38

Mun'im, A. (2018). Dialog lintas iman sebagai strategi resolusi konflik keagamaan. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 14(2), 120–129.

Qodir, Z. (2021). Moderasi beragama dan tantangan radikalisme di era digital. Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan, 9(1), 33–42.

Rumondor, P. (2020). Kearifan lokal dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara. Jurnal Antropologi Sosial Budaya, 11(2), 145–154.

Sudrajat, A. (2019). Pendidikan multikultural dan penguatan toleransi beragama. Jurnal Pendidikan Sosial, 7(1), 60–69.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suprapto, M. (2022). Model penguatan moderasi beragama berbasis komunitas. Jurnal Pengabdian Masyarakat Keagamaan, 3(1), 10–19.

Susanto, E., & Marbun, D. (2023). Forum kerukunan umat beragama sebagai mekanisme deteksi dini konflik sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 15(1), 77–86.

Wahid, A. (2018). Toleransi dan moderasi beragama dalam bingkai kebangsaan. Jurnal Pemikiran Islam, 10(2), 95–104.

Published

2026-07-30

How to Cite

Penguatan Moderasi Beragama pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Winangun, Kota Manado, Sulawesi Utara. (2026). PARASIA: Pengabdian, Riset, Dan Aksi Sosial Indonesia, 1(4), 18-22. https://doi.org/10.58586/9age2995