Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Kerajinan Tenun Ikat sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
DOI:
https://doi.org/10.58586/1k1v0a68Keywords:
industri kreatif, tenun ikat, pemberdayaan ekonomi, pemasaran digital, Desa SukararaAbstract
Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dikenal sebagai sentra kerajinan tenun ikat tradisional yang menjadi warisan budaya sekaligus potensi ekonomi masyarakat. Namun, pengrajin tenun masih menghadapi kendala dalam aspek desain produk, manajemen usaha, dan pemasaran digital sehingga nilai jual produk belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan industri kreatif berbasis kerajinan tenun ikat melalui pelatihan diversifikasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran daring. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pelatihan desain dan diversifikasi produk, pendampingan manajemen usaha, serta pelatihan pemasaran melalui media sosial dan marketplace. Sasaran kegiatan adalah kelompok pengrajin tenun yang berjumlah dua puluh lima orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan variasi produk turunan tenun, kemampuan pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertata, serta perluasan jangkauan pemasaran melalui platform digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri kreatif berbasis budaya lokal serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi pengrajin tenun secara berkelanjutan.
References
Hartono, S. (2020). Manajemen usaha kerajinan tradisional di era digital. Jurnal Ekonomi Kreatif, 8(2), 101–110.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. (2021). Rencana strategis pengembangan ekonomi kreatif nasional. Kemenparekraf RI.
Kusumaningrum, R. (2019). Pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis komunitas lokal. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 4(1), 55–64.
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik (Edisi revisi). Alfabeta.
Muhsyanur. (2024a). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. Anregurutta: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 96–105. https://journal.unisad.ac.id/index.php/anregurutta/article/view/77
Muhsyanur, M. (2024b). Catatan Melody Nusantara: Menguak Harmoni Budaya Bugis dalam Nyanyian Rakyat. Buginese Art, Yogyakarta.
Muhsyanur Muhsyanur, Umrati Umrati, Mansur Mansur, A. N. (2025). Tri Dharma Perguruan Tinggi in Indonesia Concept , Principles , and Implementation in Academic World. VORS: Journal of Community Service, 3(8), 19–26. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/vors/article/view/52/38
Nugraha, A., & Wulandari, S. (2022). Pemanfaatan media sosial dalam pemasaran produk kerajinan lokal. Jurnal Manajemen Pemasaran Digital, 6(1), 30–39.
Purnama, D., & Setiadi, R. (2021). Diversifikasi produk kerajinan tradisional untuk peningkatan daya saing. Jurnal Desain dan Kriya, 9(2), 77–86.
Rahmawati, F., & Susanto, B. (2018). Strategi pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 12(2), 66–75.
Sari, N., & Prabowo, A. (2020). Peran koperasi dalam pengembangan usaha mikro kerajinan. Jurnal Koperasi dan UMKM, 5(1), 40–49.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryani, L., & Handayani, I. (2022). Literasi digital pelaku usaha mikro kerajinan tangan. Jurnal Teknologi Informasi dan Bisnis, 10(1), 22–31.
Wibisono, A. (2023). Transformasi digital pada industri kreatif berbasis budaya. Jurnal Inovasi Bisnis Kreatif, 7(1), 15–24.
Zubaedah, S., & Amin, M. (2020). Pendekatan berbasis komunitas dalam program pengabdian masyarakat. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 90–99.









