Pelatihan Literasi Bahasa Hoaks di Era Digital bagi Masyarakat Perkotaan di Jakarta: Kontribusi Pengabdian kepada Masyarakat pada Pendidikan Literasi Media
DOI:
https://doi.org/10.58586/twke2256Keywords:
literasi bahasa hoaks; disinformasi digital; masyarakat perkotaan; verifikasi fakta; JakartaAbstract
Penyebaran informasi palsu atau hoaks melalui platform digital telah menjadi permasalahan serius yang mengancam kohesi sosial masyarakat perkotaan di Jakarta. Meskipun tingkat pendidikan dan akses teknologi masyarakat Jakarta relatif tinggi, kerentanan terhadap hoaks justru semakin kompleks seiring dengan meningkatnya volume dan kecanggihan konstruksi bahasa yang digunakan dalam konten disinformasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat perkotaan Jakarta dalam mengenali, menganalisis, dan menangkal bahasa hoaks melalui pendekatan literasi kritis berbasis linguistik forensik digital. Kegiatan dilaksanakan selama lima hari pada Januari 2026 di Pusat Kegiatan Masyarakat Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, melibatkan 45 peserta yang merepresentasikan warga aktif komunitas digital perkotaan. Metode pelaksanaan mencakup workshop interaktif, analisis teks hoaks autentik, simulasi verifikasi fakta, dan pelatihan penggunaan alat deteksi hoaks digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan identifikasi bahasa hoaks dari rerata 39,8% menjadi 85,3%, peningkatan keterampilan verifikasi fakta mandiri, serta terbentuknya komunitas relawan pemeriksa fakta tingkat kelurahan sebagai luaran kolektif yang berkelanjutan.
References
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Laporan survei penetrasi internet Indonesia 2024. APJII.
Bappenas. (2020). Rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020–2024. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Brown, B. (2022). Daring greatly: How the courage to be vulnerable transforms the way we live, love, parent, and lead (Rev. ed.). Avery.
Cialdini, R. B., & Goldstein, N. J. (2023). Social influence: Compliance and conformity. Annual Review of Psychology, 75, 425–452. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.55.090902.142015
Dinas Kesehatan DKI Jakarta. (2024). Laporan tahunan penanganan misinformasi kesehatan di Provinsi DKI Jakarta 2024. Pemprov DKI Jakarta.
Fairclough, N. (2023). Critical discourse analysis: The critical study of language (3rd ed.). Routledge.
Freire, P. (2022). Pedagogy of the oppressed (50th anniversary ed.). Bloomsbury Academic.
Jolls, T., & Wilson, C. (2022). The core concepts: Fundamental to media literacy yesterday, today and tomorrow. Journal of Media Literacy Education, 14(2), 68–83. https://doi.org/10.23860/JMLE-2022-14-2-6
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2024). Data sebaran hoaks di Indonesia 2024. Kominfo RI.
Mihailidis, P., & Viotty, S. (2023). Spreadable spectacle in digital culture: Civic expression, fake news, and the role of media literacies in post-fact society. American Behavioral Scientist, 64(6), 1027–1049. https://doi.org/10.1177/0002764219869403
M Muhsyanur, SY Sudikan, M. M. (2025). Linguistic Identity Negotiation on TikTok : Glocal Practices of Indonesian Content Creators. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 20(2), 85–97. https://doi.org/https://doi.org/10.18860/ling.v20i2.32574
Muhsyanur. (2024a). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. Anregurutta: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 96–105. https://journal.unisad.ac.id/index.php/anregurutta/article/view/77
Muhsyanur and Mustapha, B. (2023). Challenges and Strategies in Teaching Indonesian to Indonesian Occupied Students in Malaysia. TRICKS: Journal Ff Education And Learning Practices, 1(1), 32–39. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/tricks/article/view/6
Muhsyanur et.al. (2024). Kajian Semantik Komponensial terhadap Istilah Kekerabatan dalam Nyanyian Rakyat Bugis. Indonesian Journal of Linguistics, 1(1), 37–45. https://doi.org/https://doi.org/10.33005/ijl.v1i2.19
Muhsyanur, M. (2024b). Love-Based Curriculum as a New Paradigm in Language Education : Between Cognition , Affection , and Spirituality. 2(5), 12–19.
Muhsyanur, M. (2025). Digital Literation: Dening Network-Based Hoaks Language in The News A Covid-19 Pandemic Discourse in Indonesia. INSPIRATION: Instructional Practices in Language Education, 4(1), 20–29. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/inspiration/article/view/25790
Muhsyanur Muhsyanur, Nurul Hudayanti Mahas, G. (2025). Politeness in the Language of the Coastal Communities of Lake Tempe : A Reflection of Local Wisdom in Social Interaction. International Proceeding of Innovative Science and Transdisciplinary Studies, 6(1), 9–19. https://ipistrans.lppmi.or.id/index.php/proceeding/article/view/4
Muhsyanur Muhsyanur, Umrati Umrati, Mansur Mansur, A. N. (2025). Tri Dharma Perguruan Tinggi in Indonesia Concept , Principles , and Implementation in Academic World. VORS: Journal of Community Service, 3(8), 19–26. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/vors/article/view/52/38
Tandoc, E. C., Lim, Z. W., & Ling, R. (2022). Defining 'fake news': A typology of scholarly definitions. Digital Journalism, 6(2), 137–153. https://doi.org/10.1080/21670811.2017.1360143
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158.
UNESCO. (2023). Media and information literacy: Policy and strategy guidelines (Rev. ed.). UNESCO Publishing.
van Dijk, T. A. (2022). Discourse and manipulation. Discourse & Society, 17(3), 359–383. https://doi.org/10.1177/0957926506060250
Wardle, C., & Derakhshan, H. (2022). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policymaking. Council of Europe.
Wineburg, S., McGrew, S., Breakstone, J., & Ortega, T. (2022). Evaluating information: The cornerstone of civic online reasoning. Stanford Digital Repository. https://purl.stanford.edu/fv751yt5934









