Sosialisasi Moderasi Beragama bagi Tokoh Masyarakat dan Pemuda di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan: Perspektif Pengabdian kepada Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.58586/kd28sb43Keywords:
moderasi beragama; Tana Toraja; dialog antaragama; kerukunan umat beragama; kearifan lokalAbstract
Tana Toraja merupakan wilayah dengan keunikan sosio-religius yang luar biasa, di mana komunitas Kristen, Islam, dan penganut kepercayaan lokal Aluk Todolo hidup berdampingan dalam bingkai tradisi adat yang kuat. Meskipun telah lama dikenal sebagai masyarakat yang rukun, dinamika sosial kontemporer, pengaruh narasi intoleransi dari media digital, serta melemahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai moderasi beragama menjadi ancaman laten yang perlu diantisipasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman dan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di kalangan tokoh masyarakat, pemimpin keagamaan, dan pemuda Tana Toraja. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari pada Januari 2026 di Aula Kantor Kecamatan Makale, melibatkan 40 peserta yang terdiri atas tokoh adat, pemuka agama, dan perwakilan pemuda lintas agama. Metode yang digunakan mencakup dialog antaragama, seminar interaktif, studi kasus, dan perumusan komitmen bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep moderasi beragama dari rerata 41,2% menjadi 88,5%, tumbuhnya kesepahaman lintas komunitas agama, serta tersusunnya deklarasi moderasi beragama Tana Toraja yang ditandatangani seluruh peserta sebagai komitmen kolektif.
References
Appleby, R. S. (2020). The ambivalence of the sacred: Religion, violence, and reconciliation (New ed.). Rowman & Littlefield.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. (2024). Laporan tahunan penanganan radikalisme dan ekstremisme berbasis agama di Indonesia 2024. BNPT.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Moderasi beragama: Panduan implementasi di masyarakat. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Kleden, I. (2022). Agama dan adat di Toraja: Koeksistensi yang dinamis. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia, 3(1), 1–18. https://doi.org/10.22373/jsai.v3i1.1456
Kobong, T. (2021). Injil dan Tongkonan: Inkarnasi, kontekstualisasi, transformasi (Ed. baru). BPK Gunung Mulia.
Mujiburrahman, Rifa'i, M., & Noorhayati, S. M. (2023). Effective strategies for religious moderation education: Lessons from interfaith communities in Eastern Indonesia. Journal of Indonesian Islam, 17(2), 245–272. https://doi.org/10.15642/JIIS.2023.17.2.245-272
Muqoyyidin, A. W. (2023). Moderasi Islam dan kearifan lokal: Kerangka integrasi nilai-nilai tradisional dalam penguatan moderasi beragama. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 20(1), 45–64. https://doi.org/10.14421/jpai.2023.201-03
Parekh, B. (2022). Rethinking multiculturalism: Cultural diversity and political theory (3rd ed.). Palgrave Macmillan.
Pettigrew, T. F., & Tropp, L. R. (2023). When groups meet: The dynamics of intergroup contact (2nd ed.). Psychology Press.
Swidler, L. (2022). Dialogue for interreligious understanding: Toward a universal declaration of a global ethic (Rev. ed.). Paulist Press.
Tangdilintin, L. T. (2022). Toraja dan kebudayaannya (Ed. rev.). Yayasan Lepongan Bulan.
Tim Pengabdi. (2025). Laporan asesmen kebutuhan moderasi beragama di Kabupaten Tana Toraja. Dokumen Internal LP2M IAKN Toraja.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158.
United Nations. (2023). The sustainable development goals report 2023: Special edition. United Nations Publications.
Wahid Foundation. (2022). Laporan survei kerukunan umat beragama dan potensi intoleransi di Indonesia 2022. Wahid Foundation.
Waterson, R. (2022). Paths and rivers: Sa'dan Toraja society in transformation (2nd ed.). NUS Press.









