Penghijauan Berbasis Nilai Keagamaan: Gerakan Penanaman Pohon Sebagai Implementasi Ekoteologi di Pompanua Kabupaten Bone
DOI:
https://doi.org/10.58586/gmsyvr62Keywords:
ekoteologi; penghijauan; penanaman pohon; KKN; pemberdayaan masyarakatAbstract
Kerusakan lingkungan yang semakin masif menuntut pendekatan holistik yang mengintegrasikan dimensi spiritual dengan tindakan ekologis nyata. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai ekoteologi dalam gerakan penghijauan di Kelurahan Pompanua, Kabupaten Bone, melalui program penanaman pohon yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integrasi Kompetensi Tahun 2026 Universitas Islam As'adiyah Sengkang. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Februari 2026 dengan melibatkan masyarakat setempat, tokoh agama, pemerintah desa, dan Rektor Universitas Islam As'adiyah Sengkang. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi berbasis nilai-nilai Islam, pelatihan pengelolaan lingkungan, dan penanaman pohon secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai tanggung jawab ekologis sebagai manifestasi ibadah, meningkatnya partisipasi aktif warga dalam gerakan penghijauan, serta terbentuknya kelompok peduli lingkungan berbasis masjid. Sebanyak 250 batang pohon produktif dan peneduh berhasil ditanam di area publik dan lahan warga. Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara nilai keagamaan dan gerakan lingkungan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berimplikasi luas pada transformasi budaya ekologis di tingkat lokal.
References
Azra, A. (2023). Pendidikan Islam kontemporer dan tantangan lingkungan hidup: Integrasi nilai-nilai ekologis dalam kurikulum perguruan tinggi Islam Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 145–163. https://doi.org/10.14421/jpi.2023.122.145-163
Chambers, R. (2023). Whose reality counts? Putting the last first (2nd ed.). Intermediate Technology Publications.
Foltz, R. C. (2023). Environmentalism in the Muslim world: Ecological ethics and contemporary practice. I.B. Tauris.
Hanafi, M. (2024). Tafsir ekologis Al-Qur'an: Relevansi hermeneutika lingkungan dalam konteks krisis iklim global. Jurnal Studi Islam dan Lingkungan, 5(1), 23–41. https://doi.org/10.18326/jsil.v5i1.23-41
Hare, W. (2023). Faith and forests: Islamic environmental movements in Southeast Asia and their implications for global sustainability. Journal of Religion and Ecology, 8(3), 201–219. https://doi.org/10.3197/096327123X16788826067892
IPCC. (2023). Climate change 2023: Synthesis report. Intergovernmental Panel on Climate Change. https://www.ipcc.ch/report/ar6/syr/
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Laporan deforestasi dan degradasi lahan Indonesia 2023. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan.
Lubis, A. Y. (2023). Modal sosial, kepercayaan komunitas, dan pemberdayaan masyarakat: Kajian teoretis dan empiris di pedesaan Indonesia. Jurnal Sosiologi Masyarakat, 28(1), 1–22. https://doi.org/10.7454/mjs.v28i1.1-22
Maarif, A. S. (2023). Islam, masjid, dan gerakan sosial: Kajian tentang peran institusi keagamaan dalam perubahan komunitas. Mizan.
Hasriadi Hasriadi, Muhsyanur Muhsyanur, Ahmad Ridha Jafar, Ahmad Yamany Arsyad, Ummul Wafiyah, U. U. (2026). Pasar Ikan Danau Tempe sebagai Pusat Ekonomi Pesisir Model Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal. Parasia, 1(1), 32–40. https://doi.org/https://doi.org/10.58586/c0nvyw77
Muhsyanur, Satriani, Ekawati Hamzah, Indo Santalia, Syamsul Bahri, Umrati, Mansur, Nurdin, B. S. (2025). Ekoteologi dan Gerakan Penghijauan Upaya Membangun Kesadaran Lingkungan Berbasis Spiritualitas Santri Pondok Pesantren As ’ adiyah. Asthadarma:Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 94–104. https://doi.org/https://doi.org/10.55173/asthadarma.v6i2.64
Muhsyanur. (2024a). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. 1(1).
Muhsyanur et.al. (2025). Tri Dharma Perguruan Tinggi in Indonesia Concept , Principles , and Implementation in Academic World. VORS: Journal of Community Service, 3(8), 19–26. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/vors/article/view/52/38
Muhsyanur, M. (2024b). Love-Based Curriculum as a New Paradigm in Language Education : Between Cognition , Affection , and Spirituality. 2(5), 12–19.
Mulyana, Y., Akbar, Z., Zainal, H., Jiwantara, F. A., Muhsyanur, Yusriadi, Y., & Bin-Tahir, S. Z. (2021). High domestic violence during the pandemic COVID-19. Proceedings of the International Conference on Industrial Engineering and Operations Management, 6283–6290. https://doi.org/10.46254/an11.20211059
Santalia, Indo, & Muhsyanur. (2025). The curriculum of love and eco-theology as the basis of the Istiqlal declaration implementation movement. HUMANIST : As’adiyah International Journal of Humanities and Education, 2(1), 33–42.
Nadirsyah Hosen. (2024). Green Islam: Environmental ethics in contemporary Islamic jurisprudence and practice. Mizan Academic Press.
Nasr, S. H. (2023). Man and nature: The spiritual crisis of modern man (3rd ed.). ABC International Group.
Rahman, F., & Abdullah, M. A. (2024). Religion-based environmental campaigns and long-term behavioral change: Evidence from Muslim-majority communities in Indonesia. Environmental Communication, 18(4), 512–528. https://doi.org/10.1080/17524032.2024.2287431
Supriadi, D. (2024). Teori komunikasi publik Habermas dan relevansinya bagi gerakan sosial berbasis komunitas di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 21(1), 67–84. https://doi.org/10.24002/jik.v21i1.67-84
Tucker, M. E., & Grim, J. (2023). The greening of world religions: Ecological dimensions of religious traditions. Harvard University Press.
Universitas Islam As'adiyah Sengkang. (2026). Buku pedoman KKN Integrasi Kompetensi Tahun 2026. LP2M Universitas Islam As'adiyah Sengkang.
Wahyudi, A., Santoso, B., & Kurniawan, R. (2023). Kegagalan program penghijauan di pedesaan Indonesia: Analisis faktor nilai, kelembagaan, dan kepemilikan. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 19(3), 289–305. https://doi.org/10.14710/pwk.v19i3.289-305









