Menghidupkan Kurikulum Merdeka di Ruang Kelas: Pelatihan Pendidikan Berbasis Cinta dan Deep Learning bagi Guru di Kabupaten Kolaka Utara

Authors

  • Hasnawati Halim Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Author
  • Ridwan Fauzi Nugraha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Author
  • Sri Wahyuningsih Daud Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Author

DOI:

https://doi.org/10.58586/pb91jj29

Keywords:

Kurikulum Merdeka, Pendidikan Berbasis Cinta, Deep Learning, kompetensi guru, Kolaka Utara

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, menghadapi tantangan serius berupa keterbatasan pemahaman guru terhadap filosofi dan praktik kurikulum tersebut, minimnya penguasaan pendekatan Pendidikan Berbasis Cinta (love-based education), serta belum terintegrasinya strategi Deep Learning dalam perancangan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara utuh, menerapkan prinsip-prinsip Pendidikan Berbasis Cinta yang menempatkan hubungan emosional guru-murid sebagai fondasi belajar, serta merancang pengalaman belajar Deep Learning yang mendorong pemikiran kritis, refleksi mendalam, dan transfer pengetahuan bermakna. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 dengan melibatkan 42 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang bertugas di Kecamatan Lasusua dan Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara. Metode yang digunakan mencakup workshop interaktif, peer teaching, lesson study berbasis video, dan coaching individual. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata peningkatan kompetensi guru dari 30,7% menjadi 83,9%—sebuah lonjakan sebesar 53,2 poin persentase. Kegiatan ini menghasilkan 42 perangkat pembelajaran (Modul Ajar) yang mengintegrasikan pendekatan Kurikulum Merdeka, Pendidikan Berbasis Cinta, dan Deep Learning, yang siap diimplementasikan di kelas masing-masing peserta.

References

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. Longman.

Becker, G. S. (1964). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education. National Bureau of Economic Research.

Bloom, B. S. (Ed.). (1956). Taxonomy of educational objectives: Handbook I: Cognitive domain. David McKay.

Cooperrider, D. L., & Whitney, D. (2005). Appreciative inquiry: A positive revolution in change. Berrett-Koehler Publishers.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Darling-Hammond, L., Wei, R. C., Andree, A., Richardson, N., & Orphanos, S. (2009). Professional learning in the learning profession: A status report on teacher development in the United States and abroad. National Staff Development Council.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka Utara. (2024). Laporan kesiapan implementasi Kurikulum Merdeka Kabupaten Kolaka Utara tahun 2024. Dinas Pendidikan Kab. Kolaka Utara.

Fadel, C., Bialik, M., & Trilling, B. (2015). Four-dimensional education: The competencies learners need to succeed. The Center for Curriculum Redesign.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed (M. B. Ramos, Trans.). Herder & Herder.

Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world, change the world. Corwin Press.

Guskey, T. R. (2002). Professional development and teacher change. Teachers and Teaching: Theory and Practice, 8(3–4), 381–391. https://doi.org/10.1080/135406002100000512

Hiebert, J., & Stigler, J. W. (1999). The teaching gap: Best ideas from the world's teachers for improving education in the classroom. Free Press.

hooks, b. (1994). Teaching to transgress: Education as the practice of freedom. Routledge.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kemendikbudristek.

Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The adult learner: The definitive classic in adult education and human resource development (8th ed.). Routledge.

Marlina, M., & Syahrial, S. (2023). Kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka di daerah terpencil: Studi kasus Sulawesi Tenggara. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(2), 115–132. https://doi.org/10.24832/jpnk.v8i2.3712

Mezirow, J. (1991). Transformative dimensions of adult learning. Jossey-Bass.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Mulyasa, E. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka: Pengembangan guru profesional. Remaja Rosdakarya.

M Muhsyanur, S. Y. S. (2023). Deep Learning in Indonesian Language Learning Transforming Educational Paradigms Through Artificial Intelligence. TRICKS : Journal of Education and Learning Practices, 1(2), 49–60. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/tricks/article/view/34

Muhsyanur. (2024a). Menggali potensi, mengembangkan solusi: peran vital pengabdian masyarakat. 1(1).

Muhsyanur et.al. (2024). Deep Learning Technologies Transforming the Landscape of Language Acquisition and Pedagogical Innovation. AHALLIYAH: Jurnal Bahasa Arab Dan Pengajarannya, 1(1), 38–49. https://journal.unisad.ac.id/index.php/ahalliyah/article/view/384

Muhsyanur et.al. (2025a). Integrating Love-Based Curriculum in Arabic and Indonesian Language Education A Conceptual Framework for Arabic Edu- cation Students at As ’ adiyah Islamic University Sengkang. AHALLIYAH: Jurnal Bahasa Arab Dan Pengajarannya, 2(4), 38–45. file:///C:/Users/HP/Downloads/4_Integrating+Love-Based+Curriculum+in+Arabic+and+Indonesian+Language+Education+A+Conceptual+Framework+for+Arabic+Education+Students+at+As’adi.pdf

Muhsyanur et.al. (2025b). Tri Dharma Perguruan Tinggi in Indonesia Concept , Principles , and Implementation in Academic World. VORS: Journal of Community Service, 3(8), 19–26. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/vors/article/view/52/38

Muhsyanur, M. (2024b). Love-Based Curriculum as a New Paradigm in Language Education : Between Cognition , Affection , and Spirituality. 2(5), 12–19.

Santalia, Indo, & Muhsyanur. (2025). The curriculum of love and eco-theology as the basis of the Istiqlal declaration implementation movement. HUMANIST : As’adiyah International Journal of Humanities and Education, 2(1), 33–42.

Noddings, N. (1984). Caring: A feminine approach to ethics and moral education. University of California Press.

Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., Hernawan, A. H., & Priatna, D. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah penggerak. Jurnal Basicedu, 6(4), 6313–6319. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3237

Ritchhart, R., Church, M., & Morrison, K. (2011). Making thinking visible: How to promote engagement, understanding, and independence for all learners. Jossey-Bass.

Suherman, A. (2021). Tri dharma perguruan tinggi dan tanggung jawab sosial kampus. Jurnal Ilmu Pendidikan Tinggi, 4(1), 45–62.

Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. (2012). Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes (M. Cole, Ed.). Harvard University Press.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Menghidupkan Kurikulum Merdeka di Ruang Kelas: Pelatihan Pendidikan Berbasis Cinta dan Deep Learning bagi Guru di Kabupaten Kolaka Utara. (2026). PARASIA: Pengabdian, Riset, Dan Aksi Sosial Indonesia, 1(2), 65-78. https://doi.org/10.58586/pb91jj29